Rabu, 04/07/2012 18:15 WIB |
Event
Kecintaan Abaji Terhadap Alat Musik Tua
Oleh : Aldy Fauzal
Abaji
Foto : Shanghai.talkmagazines.cn
Ghiboo.com - Di dunia permusikan, musisi yang sukses sebagai instrumentalia bisa dihitung dengan jari. Satu diantaranya adalah Abaji. Musisi berdarah Armenia, lahir di Lebanon, dan kini tinggal di Prancis.
Jika mengategorikan instrumen khasnya bisa dibilang sulit. Sebab Abaji memainkan banyak instrumen, mulai dari instrumen berdawai hingga tiup.
"Saya tidak bisa memainkan musik yang masih baru. Saya selalu jatuh cinta pada alat musik yang sudah tua dan rusak," kata Abaji di Teater Salihara, Jakarta, Selasa (3/7) malam.
"Ini layaknya perasaan seseorang yang sedang patah hati berbicara ke orang lain, dan saya merasa mampu membuat instrumen tua ini mengeluarkan nada yang ada di kepala saya."
Melalui musiknya, Abaji mengkhayalkan rasa kehilangan sekaligus menemukan kembali akar-akar musik transmediterania dan menciptakan "instrumentarium" (laboratorium musik) uang sarat dengan tradisi yang membesarkannya.
Dalam penampilannya malam itu, Abaji memperkenalkan satu per satu alat musik yang dibawanya. Salah satunya adalah sebuah gitar klasik berwarna coklat. Gitar itu bukan gitar sembarangan, karena merupakan perpaduan antara gitar flamenco dari Spanyol dan alat musik khas Timur Tengah.
"Kalau ditekan di senar bawah, maka kamu mendapatkan nada Timur Tengah. Tapi kamu juga bisa memainkan cord," katanya.
Abaji mengaku mempelajari lusinan alat musik, dan hingga kini dia memiliki 250 instrumen. Bukan hanya untuk dimainkan, alat-alat musik menurutnya harus direproduksi, seperti misalnya jenis hybrid sitar-gitar.
Mau berdiskusi mengenai topik - topik terkini klik saja di
Forum ghiboo